Persik: Pasukan Bertebar Bintang Keok
Saya memang menyukai Sepakbola Indonesia meski kadang-kadang sambil lihat tinju dan lempar lembing sekaligus di lapangan sepakbola
. Sabtu kemaren Indonesia Super League sudah dimulai dan kemaren Minggu tim jagoan saya Persik Kediri harus menelan kekalahan pertama di pertandingan perdananya. Meski tidak disiarkan di tivi tapi di atas kertas harusnya Persik bisa saja mengalahkan Persijap yang diatas kertas masih “pupuk bawang”
.
Tapi apa daya Persik kalah 0-2
! Tim bertabur bintang itu KO!. Tim yang didanai bermilyar-milyar dari dana APBD itu seakan-akan tidak berdaya meski dihuni pemain nomer satu. Sebut saja pemain-pemain dari kiper, bek, pemain tengah sampe striker-nya pemain Timnas Indonesia semua..!. Ironis..kenapa ironis?
Persik didanai puluhan Milyar dari APBD. Dana sebanyak itu bisa untuk memperbaiki sarana pendidikan dan kesehatan di Kota Kediri. Berhubung saya warga Kabupaten Kediri mungkin nggak terlalu peduli tapi bagi saya sungguh “eman-eman” dana sebanyak itu hanya untuk hiburan belaka. Atau mungkin ada agenda politik? aah.. tak mau pusing memikirkan politik yang sekarang sudah keblinger. Setelah Agama, apa sekarang mau jualan Sepakbola untuk menarik perhatian? Wallahu’alam..
Belum lagi pemain Persik sendiri yang kebanyakan bukan pemain lokal Kediri dan bukan binaan klub tapi adalah pemain-pemain yang sudah jadi. Pemain PSMS saja sampe diboyong dedengkotnya ke Persik. Sayang sekali kesempatan putra daerah untuk bermain di klub kota-nya sendiri menjadi sangat berkurang karena “import” pemain tersebut.
Apapun yang terjadi Sepakbola tetap olahraga yang digilai banyak orang. Persik juga adalah klub sepakbola Indonesia yang bernafsu untuk menjadi Juara Liga tahun ini dengan segala caranya sendiri. Saya sendiri berharap pemimpin klub-nya tidak menyia-nyiakan dana yang sudah diberikan (karena sudah terlanjur dialokasikan). Tapi kalaupun bisa, dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk perbaikan ekonomi dan mencari solusi di tengah kesulitan yang menghimpit warga Kediri.
PS : Saya baru tahu tadi antrian BLT di Kantor Pos Pare. Ngantriii kayak uler..

nek Pak Tris … pilih bal²an opo dalane diaspal =))
@persikers :
gak kabeh kethoke… hahaha…