Malam tadi saya diajak chat dengan teman saya waktu kuliah yang sudah lama memang gak ngobrol karena beliau di Bandung. Untuk diketahui teman saya ini Jagoan MLM, dan itu saya akui. Nggak tahu sekarang dia sudah bintang berapa atau mungkin sudah Diamond..hehehe.. dia ikut Tianshi. Yang pasti sudah tinggi posisinya.

Dulu saat saya kuliah, teman saya ini selalu menawarkan MLM ini ke saya. Saya yang mahasiswa kere, makan cuman pagi sama malam ini tentunya ngiler juga ditawari dapat pesawat, rumah mewah, jalan-jalan ke luar negeri. Tapi sayangnya saya sendiri kebingungan mengatur uang bulanan yang terkenal mepetnya. Akhirnya saya tidak mendaftar MLM itu, kecuali saya semua penghuni kostan dulu ikut MLM Tianshi.. so sweet ya :mrgreen: .

Yang paling saya ingat saat presentasi atau follow up ke calon downline, si upline selalu menyampaikan adanya Financial Freedom. Anda bisa leyeh-leyeh di sofa lalu duit datang sendiri. Lha saya kan mikir, itu nggak realistis. Kalau nggak ada lagi orang yang mau ikut MLM dan beli produknya, lalu duitnya datang darimana?.  Tapi saya nggak ngebahas itu..males banget.

Sekarang bandingkan dengan profesi Blogger, misalnya saya sendiri. Kerja sehari 3-4 jam, sisanya browsing dan optimasi SEO. Saya bisa mengerjakan pekerjaan saya di rumah, di kantor, di mall, di hotel. Bahkan saya tidak harus membawa apapun, asal ada internet saya bisa bekerja. Saya bisa bekerja sambil menemani keluarga jalan-jalan keluar kota dengan koneksi GPRS. Saya bisa online di hotel atau mall dengan Hotspot. Its so easy! dan bagi saya inilah Financial Freedom dan Time Freedom..

Bagi saya, menjadi Blogger adalah pilihan pekerjaan yang realistis bagi saya. Karena bagi saya memilih pekerjaan syarat yang pertama harus saya miliki adalah saya menyukai pekerjaan itu. Berapapun gajinya saya tidak perduli, asal hati saya mengatakan saya suka pekerjaan itu.

Saya tidak perlu menjadi kaya, punya pesawat dan punya rumah mewah  seperti janji MLM.
Tapi saya merasa cukup dengan apa yang saya dapat dan saya senang dengan pekerjaan saya, itu sudah merupakan kekayaan bagi saya.