Review Sebulan Berbisnis eBay

Baik langsung saja tidak usah panjang lebar, karena kalau terlalu panjang kasihan para ibu-ibu dan kalau terlalu lebar kasihan para bapak-bapak :d . Ini adalah hasil review selama sebulan berbisnis eBay. Langsung to the point pada itung-itungan balance di Paypal saja, karena duitnya keluar masuk tercatat disana.
Continue Reading…

Bukti Pembayaran Infolinks.com

Beberapa bulan ini saya mencoba PPC baru yaitu Infolinks.com . Memang nilai CPC-nya relatif lebih kecil dibanding CPC lain, tapi keunggulannya pada bentuk iklan yang terlihat menyatu dengan konten. Dengan CTR 4% tentunya tidak terlalu buruk bukan :) , meski relatif juga tergantung dengan kontennya.
Continue Reading…

Hilangnya Manfaat Koperasi

Sejak SD saya sudah mengenal Koperasi dari KUD, Koperasi Nelayan, Koperasi Guru sampai Koperasi Simpan Pinjam. Tapi akhir-akhir ini Koperasi yang terakhir ini yang lebih banyak dibanding yang lainnya. Anda bisa lihat disana-sini ada banyak KSP dengan nama yang bermacam-macam.

Kalau mau dilihat lebih dekat, apa sih kerjaan dari Koperasi jenis ini. Sejatinya dalam bentuk Koperasi ada anggota yang menyimpan maka ada juga anggota yang meminjam. Lalu kalau ada keuntungan dari Koperasi akan dibagikan ke semua anggota. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, lebih mirip Rentenir terselubung.

Debt Collector-nya kalau menagih pakai kartu yang diisi kalau debitor (yang ngutang) mau bayar. Terkadang Debt Collector minta biaya penagihan di luar cicilan utang :evil: . Ya, ini mengingatkan saya saat ibu saya dagang di pasar. Banyak rentenir yang melakukan hal ini bagi pedagang yang kekurangan modal.

Lalu dimanakah semangat Koperasinya?  Semangat untuk membangun ekonomi kerakyatan sudah hilang.

Bahkan tak jarang saya lihat di depan Koperasi seperti itu terparkir mobil-mobil bagus kayak CRV atau minimal Kijang kapsul. Kalau tiap hari parkir disana, ya mungkin itu bos-nya atau pemodalnya.. Jadi yang Koperasi Simpan Pinjam lebih ke arah mencari keuntungan bukan lagi bertujuan menggerakkan ekonomi rakyat yang sudah semakin terjepit masalah.

Saya sendiri berharap Koperasi bisa seperti dulu menjadi soko guru ekonomi yang bisa berdaya guna dan bisa bermanfaat lebih. Bukan sekedar sebagai tempat ngutang lalu bayar dengan bunga yang jelas itu riba kalau memang dijadikan tujuan bisnis.

Review Isuzu Panther

6 bulan rasanya cukup bagi saya untuk memberikan review saya buat mobil kesayangan saya ini :D . Secara ini mobil pertama yang beli pakai duit sendiri, serta belum pernah nyobain mobil lainnya ya harap wajar kalau reviewnya standart aja.

Daya Tampung

Untuk mobil keluarga, tentu mobil ini yahuud. Mau bawa 9 orang sekaligus hayuuk, mau bawa 5 orang plus tas besar juga hayuuk… Jok tengah bisa diisi 3 orang dan masih bisa bernafas lega, sedang bagian belakang bisa dipakai duduk berhadapan untuk 4 orang. Kalau kursi belakang dilipat juga bisa dibuat naruh tas atau barang belanjaan. Pengalaman selama ini, dipakai untuk kulakan tabung gas 12 biji.. hahaha.. Tapi kekurangannya yaitu posisi tempat duduk yang berhadap-hadapan itu sering membuat penumpang mabuk tak terkecuali adik kecil saya.

Bahan Bakar

Secara solar, mobil ini sangat bisa diandalkan. Konsumsi solar untuk perkotaan 1:13, sedang untuk jarak jauh bisa sampai 1:15,5. Meski dapur mesinnya 2500 CC, konsumsi bahan bakarnya terbilang irit serta tetap memiliki tenaga yang handal. Apalagi tanjakan, nyobain ini pas sekeluarga ke Prigi :D . Enaknya lagi kalau beli BBM, nggak perlu ngantri lama-lama kayak mobil bensin. Nggak perlu antri bareng Satria F150 pastinya :p .

Kenyamanan

Untuk kendali, dengan power steering cukup terbantu. Cuman pedal kopling Panther saya keras banget, kalau masuk kota-kota capek banget nginjek kopling. Tapi tarikannya kalau nyalip lumayanlah, nggak kalah sama Avanza :D . Cuman ya itu, suara mesin dieselnya bikin hingar bingar gitu. Berasa naik truk ajah :D .Untuk AC ama radio juga standart, AC-nya double blower mayan buat ngadem kalau panas kayak akhir-akhir ini.

Impian

Kalaupun saya punya rejeki lebih dan bisa beli mobil lagi, saya mungkin akan tetap mencari seri Panther terbaru entah itu yang LS, LV atau yang Sport. Kadung jatuh cinta sama performa mesin, daya tampung, kegagahan dan keiritan Panther ini. Ya itu masih disimpan sebagai mimpi saja dulu, yang penting bikin rumah idaman dulu buat istri.. ya nggak? ;)

Saat saya pertama kali bisa beli laptop dari hasil Adsense, saya sangat senang. Begitu pula dengan Panther ini yang juga saya dapat dari Adsense. So, buat para publisher Adsense newbie dan yang cuman baru liat aja, semoga lebih termotivasi dengan artikel ini. Tidak ada yang tidak mungkin, asalkan kita mau dan mampu melakukannya.Dan yang lebih penting lagi, Lakukan Sekarang! Jangan cuman jadi penonton :D .

Have a nice day, guys!

Belajar E-Commerce

Sore ini saya mendapatkan kembali semangat untuk menghidupkan kembali situs jualan pulsa saya lagi. Kalau dipikir-pikir penghasilan yang saya dapat dari agen-agen pulsa saya dalam sebulan tidaklah sedikit. Jika dihitung keseluruhan bisa mencapai 3 juta sebulan. Cukup besar ternyata, padahal saya hampir tidak merasakan uang pulsa itu masuk ke kantong saya. Padahal totalnya bisa untuk menggaji 1 orang teman saya yang jadi Engineer di perusahaan telco.. hehehe.. no offense ya, guys!

Apalagi sang calon istri meminta dibuatkan usaha tersendiri agar tetap berpenghasilan meskipun di rumah. Memang nantinya istri saya, akan saya suruh di rumah saya daripada jadi fitnah kalau istri saya kerja di luar. Fitnah apa? Ya masak istrinya disuruh kerja, suaminya enak-enak tiduran di rumah.. suami kurang ajar! Hahaha.. Karena itulah saya berpikiran untuk menghidupkan web jualan pulsa yang sudah lama terbengkalai hampir 1 tahun lebih karena keenakan menjadi Blogger.

Apalagi berbekal pengalaman buruk mengelola beberapa blog, saya rasakan sudah cukup untuk kembali mengelola web saya tersebut dan tentu saja tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.

Kenapa E-Commerce?

Ada beberapa hal yang membuat saya lebih memilih E-Commerce dibandingkan jenis usaha lainnya. Alasa utama tentu saja masalah efisiensi modal. Anda tahu untungnya jualan pulsa? 1 voucher pulsa paling banter untung 1000 bahkan jika pesaingnya banyak bisa kurang dari itu. Padahal paling banter sehari, transaksi untuk di daerah yang sepi paling-paling 20-30 transaksi. Maka penghasilan sehari 20-30 ribu, kalau sebulan 900 ribu. Dipotong biaya listrik, sewa kios, pulsa, pegawai, bisa-bisa malah tekor :D .

Beberapa adik angkatan saat kuliah beberapa kali menanyakan cara berjualan di internet. Ada banyak barang yang bisa dijual di internet, dan saya sangat menyarankan untuk menjual barang atau produk yang spesifik, unik dan tidak pasaran kalau perlu yang limited edition. Agar orang tertarik untuk membeli.

Ada yang mau jualan di internet juga? :D

Visitor Indonesia Bosen PPC Indonesia

Saya mengamati akhir-akhir ini beberapa situs saya yang memang saya mix antara Adsense dan PPC Lokal mengalami perubahan. Iklan dari PPC Lokal CTR-nya tidak lebih dari 0,05%!!! bisa diitung deh itu berapa klik per seribu view-nya. Bagi saya pengelola web tentu rugi, karena resource web besar tapi kok earning kecil.

Lalu saya bandingkan dengan iklan adsense yang saya pasang 2-3 hari, CTR-nya 1,5%. Ini CTR normal bagi saya, daripada 0,05%@#$@%#$%#%^..

Ada beberapa sebab kemungkinan Iklan dari PPC lokal mulai ditinggalkan.

  1. Isi iklannya nggak variatif, isinya iklan cepat kaya semua. Bahkan dalam 1 spot iklan yang berisi 4 baris itu, iklannya bisa sama semua kata-katanya hanya berbeda linknya. Saya sendiri juga bosen ngeliatnya.
    bosen-iklan ppc lokal
  2. Dari segi bahasa, iklan PPC Lokal juga bombastis dan di luar nalar. Contoh iklannya lihat di nomer 1 itu. Hueeeekk..
  3. Pengunjung mulai mengerti, mana yang iklan dan mana yang bukan.. hehehe.. Untuk yang ini sepertinya tidak. Karena percobaan di Adsense, stabil dengan CTR segitu

Sebelumnya kenapa saya pindah ke PPC lokal? karena CPC Adsense dari trafik Indonesia masih kecil. Tapi dengan CTR segitu dibandingkan PPC Lokal, hasil yang diperoleh dari Adsense bisa 2-3 kali lipat dari earning PPC Lokal.

So, gud bye dulu PPC Lokal.

Jadi Narasumber Ngenet Dapat Duit

Karena kelamaan nggak diupdate nih blog, akhirnya mumpung mood ya udah ngeblog duikit lah. Ya keluar dari rutinitas sehari-hari yang nongkrong di depan laptop sambil garuk2 pantat karena belum mandi dari pagi sampe siang .. :mrgreen: , minggu kemaren saya memenuhi undangan adik-adik junior saya dari IT Telkom yang lagi mengadakan acara Try Out se-Karesidenan Kediri. Try outnya di SMada Kediri dan diikuti 70 orang..hihihi.. irit banget.

Selain nostagila dengan beberapa junior IT Telkom dari kota Kediri dan sekitarnya, kali ini saya ditugasi sharing pengalaman mencari duit dari internet bagi mereka-mereka ini. Ya sekali-kali ngasih topik yang out of the box lah, biasanya try out kan diisi dengan acara narsisnya kampus.. huehehehe..

Jadilah saya mengisi kira-kira 1 jam (sambil nunggu hujan reda :mrgreen: ) dengan topik mencari duit dari internet. Perkenalan PPC, PTC dan Paid Review secara global, sambil saya tunjukkan contoh cara kerjanya. Bahkan blog-nya Harry juga saya pakai untuk ngasih contoh blog Paid Review.. wakakakak.. sori ra ngomong2, ndadak bos :D .

Setelah menjelaskan, saya buka sesi tanya jawab. Ternyata siswa-siswa SMA di Kediri juga lumayan ngeh dengan apa yang saya sampaikan. Ada yang nanya penipuan di internet, keamanan transaksi, cara membuat web biar terkenal dan sebagainya. Saya tentunya fokus pada kampanye anti ebook bermasalah yang sedang rame dibicarakan sekarang. Saya sarankan mereka untuk sering membaca referensi blog-blog para internet markentir yang sudah sukses :mrgreen: . Dan mengoptimalkan fungsi Google untuk mencari semua informasi yang terkait dengan bisnis-bisnis di internet.

Semoga seminar sejamnya bermanfaat hehehe.. Amin

Itulah Hidup!

Kalau ada orang yang bilang cari duit di internet itu gampang, saya mau tanya gimana cara dia nyari duitnya :mrgreen: . Saya sendiri sudah merasakan berbagai cobaan (hayah!) yang memang harus dirasakan oleh pebisnis internet.

Sebut saja Sandbox yang sudah saya jalani berbulan-bulan tanpa tahu rumus untuk bisa keluar dari jurang tersebut. Sandbox itu masih cobaan kecil sebenarnya tapi meski kecil karena jangka panjang, bisa bikin nangis darah juga karena earning turun. Belum lagi untuk menghadapi serangan DDOS yang sempat menghantam server (semoga nggak lagi.. ampuuun!!!) saat Natal dan tahun baru.

Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari kejadian-kejadian diatas yang mungkin bisa jadi menimpa anda.

  1. Kita menjadi lebih dekat dengan Illahi. Iya ingatnya kalau earningnya menurun doang.. :mrgreen: . Tapi ya jangan, kita tetap harus mendekatkan diri dengan Illahi agar rejeki kita lancar dan manfaat. Jangan malah suka mendekatkan diri dengan Pohon Beringin!!
  2. Mental kita teruji untuk bisa menghadapi permasalahan yang lebih besar. Tidak dapat diingkari, semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin yang menerpa!
  3. Jangan pernah berputus-asa, Inilah penyakit pebisnis. Biasanya dapat $10/hari sekarang karena sandbox turun jadi $0,1/hari, akhirnya putus asa lalu bunuh diri (ekstrem banget!). Kalau kita berputus asa apakah akan merubah keadaan? Padahal hanya kita yang bisa merubah kondisi kita. Karena berputus asa tidak akan merubah keadaan, maka mulailah bekerja lebih keras untuk memulai lagi untuk menghasilkan pencapaian yang sama bahkan lebih dari sebelumnya.
  4. Terkadang membuka daya kreatif kita, Saat kita ditimpa permasalahan maka kita akan segera berpikir untuk mencari alternatif lain agar kita segera lepas dari permasalahan tersebut.  Asal anda tahu, kebanyakan dari kita merasa sudah nyaman dengan kondisinya saat ini, sehingga menjadi malas! Dengan adanya masalah yang menghantam akan menjadikannya lebih bergerak.

Anda tidak akan berhasil jika hanya ongkang-ongkang kaki di rumah menunggu uang datang, kecuali tiap malam anda kerjaannya nungguin lilin!.

Bekerja tetaplah bekerja! yang berbeda hanya flesibilitas waktu bagi pebisnis internet, itu saja! Lainnya sama saja dengan pebisnis atau karyawan lainnya.

Sudah siapkah anda menghadapi cobaan di Dunia Internet ini, kawan?

The Power of Kepepet

Tidak sedikit teman-teman kuliah saya yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan telco berkeinginan untuk membuat usaha sendiri. Bahkan hampir semua teman saya kepengen bikin usaha sendiri. Tapi mereka sendiri tidak tahu bagaimana memulainya, apa usahanya, bagaimana nanti prospeknya.

Ketakutan dan ketidaktahuan itulah yang membuat mereka tidak bergerak! Mereka merasa berat untuk berpindah profesi dari employer menjadi entrepreneur atau minimal memerintah diri sendiri. Mereka berat meninggalkan pekerjaannya sekarang, takut nanti usahanya gagal dan dia bangkrut, takut..takut. dan takut. Mungkin ada juga kemalasan disana, kemalasan untuk bergerak karena sudah merasa nyaman sebagai employer :mrgreen: .

Bagi saya hal itu wajar, karena mereka tidak sedang dalam posisi benar-benar membutuhkan uang! Mereka hanya membutuhkan pekerjaan lainnya yang lebih baik daripada pekerjaannya yang sekarang. Mereka tentu saja merasa selama saya masih digaji oleh perusahaan dimana saya bekerja, maka saya berada di zona aman. Untuk berpindah dari zona aman itu tentu sangatlah berat bagi seorang employer kecuali di-PHK atau stres berat dengan pekerjaannya.

Beda ceritanya kalau mereka benar-benar butuh uang, misalnya di-PHK perusahaannya. Mereka akan segera melakukan hal apapun untuk mencari uang, bahkan dengan bekerja apapun. Dengan kondisi tidak punya uang, pikiran kita akan dituntut untuk berkreasi agar bisa melakukan pekerjaan yang menghasilkan uang. Kita akan dipaksa segera melangkah, tanpa terlalu banyak berpikir. Kita akan kehilangan rasa malu, tidak perduli ejekan atau gunjingan tetangga.

Sebagai pembanding adalah saya sendiri, semenjak saya lulus kuliah dengan gelar ST saya tidak pernah diterima di perusahaan manapun yang saya lamar! Capek ditolak kerja terus, saya pulang kampung. Hingga ditawari teman saya untuk jualan pulsa elektrik. Bayangkan sarjana teknik jualan pulsa elektrik, kalau mau jualan pulsa elektrik saja nggak perlu kuliah jauh-jauh ke Bandung lulus SMA saja juga bisa.

Meski disertai tangisan orang tua saya yang merasa sedih anaknya hanya jualan pulsa, toh saya bisa meyakinkan orang tua saya. Dari pagi sampai siang saya naik motor berkeliling Kediri menawarkan pulsa saya ke counter pulsa. Mulai dari ditolak, tidak berminat..semuanya saya ladeni tanpa rasa malu. Karena gagal jualan offline, coba saya jual di internet mungkin laku. Lalu bikin web gratisan, mulai ada peminat. Hingga akhirnya saya pernah punya 4000 agen pulsa di seluruh Indonesia (tapi dulu!).

Ujung-ujungnya anda berjumpa saya sedang mencari dollar di internet juga.. hehehe.. Tapi dari semua itu, tanpa adanya kepepet nyari duit (bukan kepepet nyari pekerjaan) maka saya tidak akan berada di titik yang sekarang saya tempati. Kalau saya diterima di Telkomsel atau Indosat mungkin juga sudah lain ceritanya, saya mungkin sudah pakai bajua rapi tiap hari nggak seperti sekarang tiap pagi kemulan sarung sambil ngenet :mrgreen:

Semoga teman-teman semuanya jika ingin benar-benar berwirausaha, bisa segera kepepet…hehehe.. Entah itu kepepet nikah, kepepet hutang, kepepet wanita.. :mrgreen:

Bisnis Internet Indonesia

Perasaan makin lama PPC Lokal yang ada di Indonesia produknya tidak ada perubahan. Isinya cuman 1 yaitu jualan referal!. Paling tidak investasi jangka pendek atau jualan ebook dengan sistem referal. Seumur hidup saya belum pernah mengikuti program-program seperti itu, karena memang saya dari dulu sangat alergi dengan janji bombastis yang tidak masuk akal seperti di MLM :mrgreen:

Lihat saja contoh iklan disini :

Iklan menyesatkan

Mungkin bagi orang-orang yang sudah tahu bisnis internet pasti tahu iklan-iklan seperti ini menjual produk apa, atau paling tidak iklan ini sebenarnya bisnisnya apa. Tapi bagi orang yang tidak tahu, tentu bahasa bombastis diatas sangat menggiurkan!

Disinilah masalahnya! Orang awam yang tertarik dengan iklan itu akan membeli produknya itu ebook atau apalah namanya dan “mencoba” mempraktekkan hasilnya. Jika gagal, dia akan menyalahkan produk itu karena tidak bisa mendatangkan kekayaan bagi dirinya seperti yang dijanjikan. Padahal kebanyakan bisnis model seperti jualan ebook dan semacamnya itu core bisnisnya adalah referal itu tadi.

Semakin orang itu banyak mencari referal, maka semakin banyak dapat duit!

Maka akhirnya akan menjadi lingkaran setan, dari orang 1 ke orang 2, orang 2 ke orang 3 dan seterusnya. Tentu bagi saya sendiri sudah sewajibnya mengingatkan bagi para newbie di dunia internet untuk lebih berhati-hati dan seksama dalam memilih ataupun mempelajari bisnis internet. Sebelum menyesal!!! Padahal mencari nafkah di internet tidak semudah yang dikatakan!

Saya sendiri lebih menyukai belajar dari pengalaman seseorang, di internet juga banyak informasi yang bisa kita unduh dengan gratis. Itu juga bisa digunakan untuk belajar bagi diri kita.

Semoga ada perubahan dan perbaikan, agar bisnis internet indonesia bisa lebih maju dan berkembang menumbuhkan netpreneur baru di Indonesia ini. Amin