Tidak sedikit teman-teman kuliah saya yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan telco berkeinginan untuk membuat usaha sendiri. Bahkan hampir semua teman saya kepengen bikin usaha sendiri. Tapi mereka sendiri tidak tahu bagaimana memulainya, apa usahanya, bagaimana nanti prospeknya.
Ketakutan dan ketidaktahuan itulah yang membuat mereka tidak bergerak! Mereka merasa berat untuk berpindah profesi dari employer menjadi entrepreneur atau minimal memerintah diri sendiri. Mereka berat meninggalkan pekerjaannya sekarang, takut nanti usahanya gagal dan dia bangkrut, takut..takut. dan takut. Mungkin ada juga kemalasan disana, kemalasan untuk bergerak karena sudah merasa nyaman sebagai employer
.
Bagi saya hal itu wajar, karena mereka tidak sedang dalam posisi benar-benar membutuhkan uang! Mereka hanya membutuhkan pekerjaan lainnya yang lebih baik daripada pekerjaannya yang sekarang. Mereka tentu saja merasa selama saya masih digaji oleh perusahaan dimana saya bekerja, maka saya berada di zona aman. Untuk berpindah dari zona aman itu tentu sangatlah berat bagi seorang employer kecuali di-PHK atau stres berat dengan pekerjaannya.
Beda ceritanya kalau mereka benar-benar butuh uang, misalnya di-PHK perusahaannya. Mereka akan segera melakukan hal apapun untuk mencari uang, bahkan dengan bekerja apapun. Dengan kondisi tidak punya uang, pikiran kita akan dituntut untuk berkreasi agar bisa melakukan pekerjaan yang menghasilkan uang. Kita akan dipaksa segera melangkah, tanpa terlalu banyak berpikir. Kita akan kehilangan rasa malu, tidak perduli ejekan atau gunjingan tetangga.
Sebagai pembanding adalah saya sendiri, semenjak saya lulus kuliah dengan gelar ST saya tidak pernah diterima di perusahaan manapun yang saya lamar! Capek ditolak kerja terus, saya pulang kampung. Hingga ditawari teman saya untuk jualan pulsa elektrik. Bayangkan sarjana teknik jualan pulsa elektrik, kalau mau jualan pulsa elektrik saja nggak perlu kuliah jauh-jauh ke Bandung lulus SMA saja juga bisa.
Meski disertai tangisan orang tua saya yang merasa sedih anaknya hanya jualan pulsa, toh saya bisa meyakinkan orang tua saya. Dari pagi sampai siang saya naik motor berkeliling Kediri menawarkan pulsa saya ke counter pulsa. Mulai dari ditolak, tidak berminat..semuanya saya ladeni tanpa rasa malu. Karena gagal jualan offline, coba saya jual di internet mungkin laku. Lalu bikin web gratisan, mulai ada peminat. Hingga akhirnya saya pernah punya 4000 agen pulsa di seluruh Indonesia (tapi dulu!).
Ujung-ujungnya anda berjumpa saya sedang mencari dollar di internet juga.. hehehe.. Tapi dari semua itu, tanpa adanya kepepet nyari duit (bukan kepepet nyari pekerjaan) maka saya tidak akan berada di titik yang sekarang saya tempati. Kalau saya diterima di Telkomsel atau Indosat mungkin juga sudah lain ceritanya, saya mungkin sudah pakai bajua rapi tiap hari nggak seperti sekarang tiap pagi kemulan sarung sambil ngenet
Semoga teman-teman semuanya jika ingin benar-benar berwirausaha, bisa segera kepepet…hehehe.. Entah itu kepepet nikah, kepepet hutang, kepepet wanita..