Hapus Indosiar Dari Channel TV Anda

Bukan bermaksud Black Campaign lho ya :D , tapi nggak ada cara lain selain ini. Sudah beberapa kali stasiun tv ini diperingatkan oleh MUI mengenai sinetron-sinetron-nya yang mulai gak jelas. Mulai dari memperlihatkan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), Penindasan terhadap yang lemah, Penyiksaan yang terlalu mengada-ada bahkan hingga pelecehan agama.

Coba anda lihat sekilas sinetron di Indosiar, adegan marah-marah sangat mendominasi. Apalagi selingkuh dan yang terbaru adalah eksploitasi wanita dalam poligami. Adegan memaki dan menampar sudah rutin dilakukan hampir di setiap episode.

Inilah yang sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak kecil bahkan bagi generasi muda. Bagi anak-anak akan mudah menyerap tontonan yang dilihatnya, contoh jelasnya adalah adik saya. Kosakatanya lengkap dari “brengsek” sampai “bajingan”, bahkan dia mengenal istilah “muslimah seksi”. Katanya Muslimah seksi itu, pake jilbab tapi pakai pakaian seksi seperti you can see. Alamak! Anak kecil bisa ngomong seperti itu darimana asalnya. Padahal keluarga kami tidak ada yang mengajarkan seperti itu.

Belum lagi bagi para anak muda, kemungkinan perilaku menyimpang juga bisa terjadi. Seperti perselingkungan dan merebut suami orang mungkin akan terlihat biasa di mata mereka. Apalagi di sinetron-sinetron tersebut gaya hidupnya borjuis dan memperlihatkan gaya hidup berlebih yang juga bisa mempengaruhi cara berpakaian dan gaya hidup mereka.

Sebelum ini semua semakin jauh berakibat fatal bagi generasi masa depan, akan lebih baik jika kita semua menghapus channel Indosiar dari televisi kita. Karena meskipun 1 sinetron diprotes, maka bisa dengan mudah dibuat sinetron lain dengan tema yang sama. Bahkan judul sinetronnya sendiri mengambil dari agama Muslim seperti Muslimah, Sakina dan beberapa lainnya. Ironis! Padahal di sinetronnya justru bukan nilai agama Islam yang didapat tapi permasalahan keluarga. Bagi orang non muslim tentu beranggapan, keluarga Muslim adalah keluarga yang penuh masalah. Padahal Islam mengajarkan bahwa Islam adalah Rahmatan lil’Alamin yang artinya Rahmat bagi Seluruh Alam.

Jadi silakan pilih sesuai dengan hati nurani anda. Tinggal hapus channel Indosiar dari TV anda atau membiarkan keluarga anda teracuni dengan tayangan TV ini?

NB: TV lain juga banyak sinetron, tapi tidak separah Indosiar

Delay Dalam Penerbangan, Wajarkah?

air-asia-dalam

Sudah biasa delay?

Terus terang saya belum pernah naik pesawat terbang :mrgreen: , tapi saya hanya ingin memberikan pandangan saya mengenai seringnya delay dalam dunia penerbangan kita. Delay adalah penundaan jadwal keberangkatan pesawat, biasanya terjadi karena adanya gangguan pesawat entah itu rusak atau ada perbaikan.

Mungkin yang sedikit menjadi perhatian adalah bagaimana respon para penumpangnya yang bagi saya terlalu over. Biasanya mereka mencerca, memarahi dan terkadang merusak loket saking kesalnya.

Padahal perlu diketahui, pesawat itu terbang, bukan berjalan di aspal. Kalau sudah terbang, lalu rusak di udara tentu susah nyari bengkel di udara :mrgreen: . Karena itu lebih baik delay untuk perbaikan mesin atau apapun. Karena kalau sudah di udara, bakalan susah ngebenerin apapun!.

Untuk maskapai penerbangannya sendiri, mungkin juga lebih baik jika diadakan pemeriksaan rutin. Sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan terjadi.

Pilih delay atau celaka saat terbang? Nyawa nggak ada yang jual looh.. :mrgreen:

Ini Jariku, Mana Jarimu?

Ini Jariku, Mana Jarimu?
Akhirnya kelar juga nyontreng, baru kali ini saya ikut Pemilu. Terakhir ikut saat PilGub Jatim kemarin itu. Terasa sekali perbedaannya antara Pilkada dan Pemilu kayak gini.

Pas tadi datang ke TPS sudah agak siang sekitar setengah 10, saya kira sudah sepi. Ternyata malah masih antri panjang. Ternyata memang untuk menyontreng 4 surat suara itu butuh waktu paling tidak 5-10 menit. Saya saja 5 menit, lalu gimana para mbah-mbah yang bareng sama saya tadi.

Belum lagi ngecek dulu surat suaranya bersih dari coretan apa enggak. Ya kan kalau ada coretan lebih dari 1 katanya gak sah. Abis nyontreng masukin deh ke kotak suara.

Ya bagi saya pribadi mau ikut nyontreng, mau enggak nyontreng itu hak warga negara Indonesia. Tapi menurut saya orang-orang yang golput itu tidak berani mempertanggungjawabkan apa yang dipilihnya, sehingga takut untuk memilih. Daripada yang dipilih salah, makanya nggak memilih. Sedangkan saya sendiri memilih karena itu tanggung jawab saya, kalaupun pilihan caleg saya nanti ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan itu adalah pembelajaran dan saya juga harus bertanggung jawab karena memilih caleg itu. Itu pendapat saya lho ya.. kalau anda punya pendapat lain ya silakan sampaikan di blog anda masing-masing.. hehehe..

Apakah hari ini anda sudah mencontreng? Coba tunjukkan foto jari anda di blog anda :) . Selamat posting :)

Takbir Telah Berkumandang!

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar,
Allahu Akbar wa lillahil hamdu

“Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian”

Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 Hijriah.
Mari kita contoh semangat berkurban nabi Ibrahim, kawan-kawan.

Apakah anda berkurban tahun ini? Saya berkurban 1 ekor kambing. Besok ya photo2nya :)

Update :
Ni kambing saya dan kambing buat adik-adik saya
Kambing Kurban

Dijaminmurah Tamat!

Akhirnya Dijaminmurah.com tamat riwayatnya. Penyedia hosting ini akhirnya angkat tangan untuk menangani klien dan servernya sendiri. Dijaminmurah.com terhitung hari ini sudah diambil oleh ARDHOSTING.com. Memang lebih baik seperti itu daripada tidak bisa ditangani oleh manajemen yang bagus yang hanya mengakibatkan kekecewaan yang berkepanjangan. Belum lagi efeknya akan membuat kapok orang untuk melakukan transaksi hosting dengan hosting lokal.

dijamintamat.jpg

Bagi yang merasa dirugikan, juga bisa meminta refund dana hosting yang belum terpakai (seperti email DJ yang saya terima). Saya sudah meminta refund dana hosting saya dari web www.sman1pare.sch.id

Bye Dijaminmurah.com!

Jangan Terbiasa Berhutang, kawan

Tulisan saya ini tidak bermaksud menyinggung teman-teman saya yang sering hutang sama saya :mrgreen: . Saya hanya ingin menyampaikan suatu pesan saja mengenai berhutang. Siapapun dari kita, pasti pernah berhutang apapun bentuknya. Terkadang kita berhutang tapi tidak menyadarinya sehingga kita lupa, padahal Hutang akan dibawa sampai kita mati. Apakah mau anda ditagih hutang anda saat anda mati.

Ada suatu kisah dari Khalifah Abu Bakar mengenai berhutang ini, kisah ini sangat bagus bagi saya. Sebelum saya membaca kisah ini, saya memang sering menyepelekan masalah berhutang. Kisahnya kurang lebih seperti ini.

Suatu saat putra Abu Bakar ra. datang dengan menangis sepulang dari bersekolah. Khalifah Abu Bakar yang merupakan Gubernur Mekkah saat itu segera menanyakan kenapa putranya menangis.

“Wahai Putraku, kenapa dirimu menangis?”
“Wahai Ayah, bajuku robek aku malu dengan teman-temanku”, jawab anaknya sambil menunjukkan bajunya yang robek. Khalifah Abu Bakar yang senantiasa hidup sederhana meski menjadi Gubernur berfikir karena beliau tidak memiliki uang untuk membelikan anaknya baju baru.

Akhirnya Khalifah Abu Bakar berkata,” Baiklah anakku, aku akan meminjam ke Bendahara Negara untuk membelikanmu baju baru dan akan kubayar bulan depan”. Setelah itu Abu Bakar ra. menuliskan surat kepada Bendahara Negara dan memberikannya kepada anaknya, “Antarkan surat ini kepada Bendahara Negara, anakku.

Putra Abu Bakar segera bergegas ke rumah Bendahara Negara dengan membawa surat dari ayahnya. Beberapa waktu kemudian sang anak kembali dengan membawa surat dari Bendahara Negara. Kemudian surat itu dibuka oleh Abu bakar, yang isinya..
Wahai Hamba Allah, siapakah yang menjamin dirimu akan tetap hidup bulan depan untuk membayar hutangmu? Sementara ajal adalah urusan Allah SWT” . Seketika itu pula Abu Bakar menangis dan terduduk lemas gemetar membaca surat itu. Sambil menangis Abu Bakar berkata pada anaknya,” Tunggulah bulan depan anakku, aku akan membelikanmu baju baru”.

Wahai kawanku sekalian, dari kisah diatas sekiranya bisa kita ambil sebuah pelajaran mengenai berhutang. Hutang merupakan tanggungan Dunia dan Akhirat, jangan lupa saat ada orang yang meninggal selalu ditanya bagi yang merasa berurusan hutang dengan jenazah untuk menyelesaikannya dengan ahli waris kan?

Jika memang kita tidak mampu membeli sesuatu, usahakan saja untuk menabung biarpun lama tidak mengapa.
Wallahu’alam bishowab

|