Blogger Profesional (part 1) - Planning

Sebenarnya niat untuk benar2 serius di bidang ini sudah ada di angan-angan sejak lama, apalagi sejak dapat gajian pertama hehehe… Akhirnya niat itu makin membesar di saat saya butuh koneksi internet yang cepat. Kenapa? ya kalau pekerjaan lekas selesai, saya bisa segera mengerjakan tugas yang lainnya.. so simple doesn’t it :)

Ada beberapa hal sebenarnya yang perlu diperhatikan (menurut saya) berdasar ilmu Teknik Industri yang saya miliki..hahahaha… Mungkin yang perlu :

  1. Budget, mau berkembang masak nggak keluar budget. Minimal saya harus bisa menyisihkan tabungan nikah saya (hicks3x..) untuk rencana ini. Mungkin saya anggarkan 10-15 juta untuk biaya inisialisasi.
  2. Place, saya sudah putuskan meski baru 80% untuk beli kios di Pare. Masalah tempat pastinya masih akan saya konfirmasikan ke pihak Telkom, sampai manakah coverage Speedy.
  3. Koneksi Internet Broadband, kenapa harus broadband? ya saya sudah mengenal internet via dial up dengan speed 8KBps yang super ngelus dada. Makanya saya ingin punya koneksi yang lebih dari itu. Belum lagi kalau nanti saya merekrut orang untuk meng-update web saya.
  4. Sama Beberapa furnitur dah.

Oke.. ada yang kurang?

Kenapa Saya Tidak Mencari Kerja?

Sebenarnya saya sering sekali ditanya oleh teman, keluarga bahkan orang tua saya sendiri, kerja dimana? apalagi dengan profesi baru saya sebagai pemulung dollar di ranah internet tentu tidak mudah memberikan penjelasan itu. Apalagi orang tua saya yang lebih senang saya memiliki STATUS ketimbang memiliki pendapatan tinggi. Ya untuk orang di kultur jawa memang status bisa meningkatkan wibawa di mata tetangga, apalagi jadi PNS.

Di dalam relung hati yang paling dalam mungkin saya berpikiran ingin mengikuti permintaan orang tua saya tersebut. Tapi jika melihat arena lapangan kerja yang sudah semakin sempit saya harus berbalik pikiran. Apakah saya juga harus berebut mencari kerja seperti mereka? Apakah saya rela diri saya disuruh-suruh oleh orang lain hanya karena saya digaji orang lain? Meskipun bagi orang lain akan menjawab IYA, tapi bagi saya masih ada kemungkinan lain untuk tidak selalu mengejar apa yang belum ada di tangan kita. Kalau saya sekarang bisa menjadikan profesi yang sekarang sebagai penghasilan tetap saya, kenapa saya harus menghabiskan waktu dan pikiran saya untuk mengejar dan mengemis pekerjaan kepada orang lain.

Biarlah saya seperti ini, paling tidak para Jobless yang sekarang mencari kerja menjadi kehilangan 1 rival..hehehe.

|