Server baru saya sejak jam 1 dini hari tadi mati, bukan down tapi benar-benar tidak terdeteksi
. Dengan sabar menunggu si Arief di Belanda yang belum bangun terpaksa server tidur juga dengan nyenyaknya. Akhirnya server up pukul 11 siang, itupun yang ngidupin server kata Arief bukan technical support tapi petugas jaganya.. kek satpam aja :p .
Tapi masalah belum berakhir disini, MySQL server bolak balik sekarat alias nggak kuat ngangkat. Saya yang belum makan siang harus terus memantau shell access dengan terus menerus hingga akhirnya saya bosan. Setelah baca beberapa referensi akhirnya Wisnu ngoprek MySQL-nya. Sebagian parameternya sebagai berikut :
set-variable = max_connections=500
safe-show-database set-variable = key_buffer=500M
set-variable = myisam_sort_buffer_size=256M
Sebenarnya saya sendiri juga nggak tahu apa artinya command itu :D, tapi sekilas untuk menambah jumlah koneksi yg bisa dihandle secara simultan oleh MySql juga menambah memory untuk buffernya.
Tapi cara ini belum juga menyelesaikan masalah, setelah restart masih saja MySQL down..beuuh.. udah pusing banget!
Hingga akhirnya Wisnu pakai konfigurasi untuk MySQL dengan database besar yaitu : my-large.cnf . Dari yang saya baca sekilas setting ini untuk database yang query-nya besar. Lalu.. jreeeng!! server lancar jaya, load stabil, page load juga nyaman dan lain. Mungkin yang belum adalah mengaktifkan STT lagi (experiment!), tapi kayaknya nunggu 24 jam setelah experiment ini berhasil.
Mungkin setting terakhir ini juga yang membuat saya dan wisnu harus sering berpindah2 hosting hanya untuk menangani 4-5 website
.
